Aturan Mal Wajib Pakai Listrik Tenaga Surya Tertahan di Meja Jero Wacik

Jakarta – Aturan wajib bagi pengusaha mal menggunakan listrik tenaga surya sampai saat ini belum jelas. Selama ini mal cukup banyak menggunakan listrik PLN, sementara banyak wilayah di Indonesia yang belum kebagian listrik.

Dirjen Energi Baru dan Terbarukan (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana menyebutkan, aturan wajib mal menggunakan listrik tenaga surya masih tertahan. Kebijakan masih menunggu persetujuan Menteri ESDM Jero Wacik.

“Jadi tinggal menunggu tandatangan Pak Jero Wacik itu sudah di meja beliau,” ungkap Rida kepada wartawan di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta, Senin (11/2/2013)

Ia menyatakan, jika sesuai rencana, maka Maret 2013 kebijakan tersebut sudah dapat dikeluarkan. Namun, karena beberapa faktor, sepertinya langkah pemanfaatan energi terbarukan ini kembali tertunda.

“Harusnya Maret keluar, tapi kita lihat nanti, ada pertemuan satu kalau lagi sepertinya,” cetusnya.

Sementara dari sisi pengusaha mal, menurut Rida tidak ada masalah, asalkan pasokan listrik aman dan menguntungkan. “Mereka kan yang penting listriknya ada,” pungkasnya.

Sebelumnya, PLN mencatat pemakaian listrik di pusat-pusat perbelanjaan atau mal sangat besar. Di Jakarta, konsumsi listrik sebuah mal bisa sampai mencapai 40 megawatt (MW).

Pengelola mal dan pusat perbelanjaan mengakui besarnya konsumsi listrik yang dikeluarkan. Dalam sebulan, tagihan listrik yang harus dibayar oleh sebuah mal bisa mencapai Rp 4-5 miliar.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s