Seekor Merpati Terlibat Tindak Kriminal di Mesir

Seekor merpati pos yang terluka membuat heboh publik Mesir. Binatang pengantar surat itu ditemukan membawa materi mencurigakan yang perlu diperiksa oleh penyelidik kriminal di negara tersebut.

Diberitakan al-Arabiya, Senin 14 Januari 2013, keberadaan merpati ini dilaporkan oleh seorang petugas keamanan bernama Saber Ibrahim kepada kepolisian kota Qalyubia. Ibrahim menemukan merpati ini dalam keadaan terluka, di kakinya terdapat pesan bertuliskan “Islam Mesir” dan sebuah mikrofilm.

Merpati itu kemudian ditahan dan dibawa ke kantor polisi bersama surat dan film yang dipegangnya. Binatang ini masuk dalam laboratorium kriminal untuk penyelidikan. Belum ada perkembangan dan penjelasan apapun soal isi mikrofilm tersebut.

“Merpati itu telah dikirim ke Departemen Investigasi Kriminal sementara mikrofilm dikirim ke Serikat Radio dan Televisi Mesir untuk diselidiki,” tulis kantor berita Ahram Online.

Kasus ini lantas menghebohkan publik Mesir di dunia maya, khususnya para pengguna Twitter. Mereka menghubungkan surat dan burung itu kepada Presiden Mohamed Mursi, yang selalu  menyebut Renaissance Project -proyek pembangunan dan reformasi Mesir- yang digagas pemerintah dan partainya sebagai seekor burung yang akan terbang melalui rintangan-rintangan Mesir.

Penangkapan burung ini juga lantas menjadi olok-olok para pengguna Twitter. Seorang aktivis di negara tersebut menulis pada akun Twitternya: “Breaking News: Merpati Renaissance telah tertangkap dan saat ini ditahan oleh departemen kepolisian Shubra.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s