Bondowoso dan Situbondo Siaga

Gunung Ijen Bisa Meletus Sewaktu-waktu

BONDOWOSO, KOMPAS — Kabupaten Bondowoso dan Situbondo bersiaga penuh. Meski Gunung Ijen masih berstatus Siaga atau level III, jika meletus, air kawahnya menjadi ancaman dan bisa menimbulkan kerusakan fatal bagi daerah bantaran sungai yang dilalui air kawah tersebut.

Puncak Ijen masih tertutup bagi pengunjung pada radius hingga 1,5 kilometer. Menurut petugas Posko Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Banyuwangi, Bambang Heri Purwanto, aktivitas kegempaan masih fluktuatif. Pada hari Minggu (1/1), tercatat 3 kali gempa tremor dan 17 kali gempa vulkanik dengan lama gempa 10-625 detik.

”Kami siaga dan mengantisipasi bila sewaktu-waktu terjadi letusan,” kata Abdurrahman, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bondowoso, Minggu.

Menurut dia, Desa Kalianyar, Desa Kaligedang, dan Kalirejo, yang berpenduduk 9.000 orang, bakal kena dampak jika gunung meletus. Sebagian dari 200 warga Dusun Margahayu dan Dusun Kalianyar di Desa Kaligedang sempat mengungsi, tetapi kini telah kembali.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banyuwangi Abdullah menambahkan, pihaknya sudah menyosialisasikan arah evakuasi jika bencana terjadi. Ada dua tempat yang disiapkan untuk menampung warga, yaitu Lapangan Kalisat dan Pesangaran Kantor Kecamatan Sempol. Di Lapangan Kalisat didirikan tenda yang dilengkapi tempat tidur lipat, matras, dan kasur.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Situbondo Zainul Arifin menyatakan, Pemerintah Kabupaten Situbondo terus memantau Gunung Ijen. ”Jika statusnya sudah Awas, kami akan mengumpulkan warga agar segera dievakuasi menjauhi bantaran sungai,” katanya.

Sebagaimana diberitakan, air kawah Ijen memiliki tingkat keasaman (pH) di bawah satu, mirip dengan air aki. Selama Oktober, derajat keasaman air kawah berkisar 0,6-0,8. Pada November berkisar 0,79-0,87 (Kompas, 31/12).

Air kawah Gunung Ijen akan mengalir ke Sungai Kalipahit yang melewati Kecamatan Sempol dan Kecamatan Kelabang, Kabupaten Bondowoso.

Selain itu, air kawah juga masuk ke Sungai Kaliputih yang melalui Desa Sumberrejo, Kecamatan Banyuputih, dan Desa Bantal, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo. Sepanjang bantaran Sungai Kaliputih dihuni 1.307 orang.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s